KUALA KAPUAS — Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno menegaskan larangan membakar hutan dan lahan bagi seluruh ASN dan warga, seraya meminta setiap titik api yang terlihat segera dilaporkan kepada pihak berwenang. "Laporkan segera jika melihat titik api atau tanda-tanda kebakaran kepada pihak yang berwenang agar dapat ditangani secepat mungkin," ujarnya di Kuala Kapuas, Selasa (18/8/2026).
Pernyataan itu disampaikan Wiyatno saat melantik ratusan pejabat daerah di lingkungan Pemkab Kapuas. Momen pelantikan dipilih untuk menyampaikan arahan langsung terkait isu lingkungan yang tengah menjadi perhatian pemerintah daerah.
Instruksi Hemat Air dan Larangan Mencemari Sungai
Dalam kesempatan yang sama, orang nomor satu di Kabupaten Kapuas itu turut mengimbau penggunaan air bersih secara hemat dan bijak. Ia meminta jajarannya memperbaiki saluran air yang bocor agar air tidak terbuang sia-sia.
"Pelihara dan lindungi sumber air, jangan mencemari sungai, mata air, dan penampungan air di lingkungan kita," pesan Wiyatno kepada para pejabat yang baru dilantik.
Menjaga Hutan Dinilai Kunci Tekan Angka Stunting
Wiyatno menghubungkan persoalan lingkungan dengan isu kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, hutan yang terjaga akan menjamin ketersediaan air, yang pada akhirnya berdampak pada ketahanan pangan dan penurunan angka stunting.
"Lingkungan yang terjaga menjamin ketersediaan air dan pangan yang baik, pangan dan gizi yang cukup akan menurunkan stunting, dan masyarakat yang sehat serta berdaya akan lebih mudah terangkat dari kemiskinan," jelasnya.
Ia juga meminta ASN menanam pohon dan menghijaukan lingkungan karena berfungsi menjaga cadangan air tanah serta melindungi bumi dari kekeringan. Sosialisasi bahaya karhutla dan pentingnya hemat air kepada keluarga dan tetangga turut ditekankan agar warga saling mengingatkan.
Wiyatno: Tidak Boleh Ada Saling Lempar Tanggung Jawab
Wiyatno mengingatkan seluruh instansi untuk bekerja sama tanpa sekat dalam menangani persoalan lingkungan. Ia menegaskan komitmen bersama dibutuhkan agar penanganan karhutla dan konservasi air berjalan efektif.
"Tidak boleh ada sekat-sekat antar instansi, tidak boleh ada saling lempar tanggung jawab, kita adalah satu tim dengan tujuan yang sama yaitu mewujudkan masyarakat yang sejahtera, sehat, dan lingkungan yang lestari," tegas Wiyatno.