SAMPIT — Bupati Kotim Halikinnor mengisyaratkan perpanjangan status tanggap darurat karhutla dan kekeringan hampir pasti dilakukan. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Posko Satgas Penanggulangan Karhutla di Kantor BPBD Kotim, Selasa (18/8/2026), untuk mendengarkan langsung perkembangan situasi di lapangan.
"Kalau memang kondisi seperti ini, bisa kita perpanjang. Kita sudah menentukan sampai tenggat 26 Agustus. Kalau memang kita melihat, apalagi informasinya September itu masih puncaknya musim kemarau, nanti kita perpanjang," ujarnya.
Status tanggap darurat sebelumnya ditetapkan selama 28 hari, terhitung sejak 30 Juli lalu. Namun, data terbaru menunjukkan jumlah kejadian dan luasan lahan terbakar justru meningkat, dengan sebagian lokasi bahkan sulit dijangkau petugas.
Api di Lahan Gambut Bergerak di Bawah Tanah, Sulit Dipadamkan
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menyebut penanganan karhutla tahun ini jauh lebih berat karena karakteristik lahan gambut. Api tidak selalu terlihat di permukaan dan bisa bergerak mundur melawan arah angin, sehingga berpotensi memunculkan titik api baru di area yang sebelumnya dianggap aman.
"Kami tidak bisa menyatakan itu situasi padam," tegas Multazam, merujuk pada operasi pemadaman di 17 titik yang dilakukan hingga pukul 23.37 WIB pada Senin (17/8) malam.
Eskalasi terbesar saat ini terjadi di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit yang berada di kawasan konsesi. Sementara itu, kebakaran di Jalan Kaca Piring yang sempat mendekati permukiman kini hanya menyisakan titik api di wilayah pinggir, namun tetap dalam pengawasan ketat.
Kemarau Panjang Keringkan Embung, Pasokan Air Jadi Kendala Utama
Kondisi kemarau yang disertai suhu panas ekstrem membuat sejumlah embung dan parit di berbagai lokasi mulai mengering. Hal ini menjadi kendala serius bagi petugas yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar untuk memadamkan api di lahan gambut.
"Sebagaimana berdasarkan ramalan BMKG bahwa tahun ini kemarau panjang dan panas, dan ternyata benar. Puncaknya kan Agustus dan September, sedangkan sampai saat ini saja panasnya sudah sangat terasa," kata Halikinnor.
BPBD menyebut karhutla mulai merambah wilayah utara Kotim, seperti Kecamatan Antang Kalang dan Parenggean. Kondisi di sana relatif lebih terkendali berkat bantuan dunia usaha yang ikut turun tangan memadamkan api.
Pemkab Minta Perusahaan Sawit Kerahkan Alat ke Luar Konsesi
Menghadapi meluasnya kebakaran di lahan milik petani yang berada di luar area konsesi, BPBD telah meminta seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk bahu-membahu menangani karhutla. Koordinasi diperkuat melalui sinkronisasi rutin setiap sore guna membahas perkembangan dan kebutuhan penanganan di lapangan.
Keputusan resmi perpanjangan status tanggap darurat akan dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dijadwalkan berlangsung Rabu (19/8). Pertimbangan utamanya mencakup perkembangan kebakaran, ketersediaan sumber air, serta prakiraan cuaca hingga akhir September.