MUARA TEWEH — Rujana Anggraini menilai pencegahan perkawinan usia anak tidak bisa dibebankan hanya pada satu pihak. Menurut legislator Barito Utara itu, anak dan remaja perlu memahami pentingnya pendidikan, dampak kawin pada usia anak, serta cara merencanakan masa depan secara matang.
Kegiatan sosialisasi diikuti siswa-siswi SMA/MA sederajat. Panitia menghadirkan pemateri dari unsur pemerintah dan lembaga terkait untuk memberi pemahaman soal ketahanan keluarga, pendidikan, hukum, serta kesehatan reproduksi remaja.
Sosialisasi melalui Sipintar disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Muhammad Iman Topik. Materi itu menjadi bagian dari upaya memberi pemahaman kepada pelajar mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan dan menghindari risiko perkawinan pada usia anak.
Rujana menyebut edukasi soal pencegahan kawin anak merupakan bagian penting dalam melindungi generasi muda. Edukasi juga dinilai meningkatkan kesadaran pelajar tentang pendidikan, perencanaan masa depan, dan kesiapan membangun keluarga.
Keluarga disebut memegang peran penting mendampingi anak selama masa pertumbuhan dan perkembangan. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak diharapkan membantu remaja mengambil keputusan tepat serta memahami risiko yang dapat memengaruhi masa depan mereka.
Selain keluarga, sekolah diharapkan menjadi ruang edukasi yang memberikan informasi tepat mengenai perlindungan anak, kesehatan reproduksi, dan pentingnya melanjutkan pendidikan.
"Pencegahan perkawinan usia anak perlu menjadi perhatian bersama. Anak-anak dan remaja harus mendapatkan pemahaman yang baik mengenai pentingnya pendidikan, dampak perkawinan pada usia anak, serta bagaimana merencanakan masa depan secara matang," kata Rujana di Muara Teweh, Selasa.
Rujana berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Tujuannya agar pesan pencegahan perkawinan usia anak menjangkau lebih banyak pelajar dan keluarga di Kabupaten Barito Utara.
"Upaya pencegahan perkawinan usia anak perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, keluarga, hingga lingkungan masyarakat," ujarnya.
Melalui kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat, generasi muda Barito Utara diharapkan tumbuh sehat, berpendidikan, serta memiliki kesempatan lebih luas meraih cita-cita.