KALIMANTAN TENGAH — Peneliti siber Sammy Hajhamid mempublikasikan jailbreak publik pertama untuk Nintendo Switch 2, membobol firmware versi 23.0.1 dengan bantuan model AI OpenAI Codex dalam waktu sekitar dua minggu. Eksploitasi ini murni berbasis perangkat lunak tanpa modifikasi hardware, dan langsung memicu Nintendo menarik aplikasi SmileBASIC 4 dari eShop Amerika Serikat dan Eropa.
Pintu masuk utama eksploitasi bertumpu pada SmileBASIC 4, aplikasi coding yang awalnya dirilis untuk Nintendo Switch generasi pertama namun tetap bisa dijalankan di Switch 2. Aplikasi ini dikembangkan oleh SmileBomb.
Versi terdahulu SmileBASIC bukan kali pertama jadi sarana jailbreak. Pada era Nintendo 3DS, aplikasi serupa juga pernah dipakai komunitas modder untuk membuka sistem konsol portabel tersebut.
Hajhamid mendemonstrasikan hasil eksploitasinya lewat rekaman video Mario Kart World yang telah dimodifikasi. Dalam video itu muncul karakter-karakter di luar ekosistem Nintendo, mulai dari Goku, Walter White, Peter Griffin, hingga Hatsune Miku.
Selain menjalankan software homebrew, jailbreak ini memungkinkan akses ke periferal perangkat dan pencadangan file save game. Seluruh prosesnya bekerja lewat software tanpa perlu membongkar fisik konsol.
Ada batasan yang perlu dicatat: eksploitasi ini belum berwujud custom firmware permanen. Proses hack harus diulang melalui bantuan komputer setiap kali konsol dinyalakan ulang atau reboot.
Nintendo dan pengembang SmileBomb langsung menghapus SmileBASIC 4 dari jaringan Nintendo eShop wilayah Amerika Serikat dan Eropa tak lama setelah laporan peretasan mencuat. Penarikan ini membuat metode jailbreak hanya bisa dipraktikkan pengguna yang sudah terlanjur mengunduh aplikasi tersebut sebelum hilang dari toko digital.
Langkah delisting tergolong sigap untuk ukuran Nintendo. Perusahaan biasanya merespons celah keamanan lewat patch firmware, bukan penarikan aplikasi pihak ketiga dari eShop.
Pemanfaatan model AI untuk membongkar sistem keamanan konsol game kini jadi tren di kalangan peretas. Hajhamid memakai OpenAI Codex dengan teknik vibe-coding untuk menemukan jalur eksploitasi dalam waktu sekitar dua minggu.
Sebelum era AI, analisis reverse-engineering semacam ini biasanya memakan waktu berbulan-bulan. Model canggih seperti Claude dan OpenAI Codex memangkas proses tersebut menjadi hitungan hari.
Ancaman serupa tidak hanya membayangi Nintendo. PlayStation 5 dari Sony juga menghadapi gelombang eksploitasi firmware tingkat kernel dari komunitas peretas, mengutip laporan Techspot.
Laju pembobolan berbasis AI yang makin presisi berpotensi menghidupkan kembali isu pembajakan game seperti yang pernah melanda era awal Nintendo Switch. Ekosistem konsol, pengembang, dan pemilik platform menghadapi tekanan baru karena tembok keamanan hardware kini bisa dijebol dengan bantuan model bahasa.
Bagi pengguna Indonesia yang memakai Switch 2, penarikan SmileBASIC 4 dari eShop AS dan Eropa belum tentu berdampak langsung ke ketersediaan di region lain. Namun metode jailbreak berbasis aplikasi coding ini menunjukkan celah yang lebih luas: aplikasi sah di toko digital bisa berubah jadi pintu masuk eksploitasi.