PALANGKA RAYA — Kesiapan fasilitas kesehatan tingkat pertama menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian pemerintah pusat. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyambangi Puskesmas Panarung untuk mengecek kesiapan sarana dan prasarana medis di tengah kabut asap yang menyelimuti wilayah itu.
Kedatangan Menkes disambut Wali Kota Fairid Naparin. Jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah turut mendampingi rangkaian kunjungan kerja tersebut.
Selain meninjau kesiapan layanan, Menkes menyerahkan dukungan logistik kesehatan. Bantuan meliputi tabung oksigen, regulator oksigen, selang oksigen, masker N95, nebulizer, serta vitamin.
Fairid Naparin menerima langsung bantuan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat memperkuat pelayanan kesehatan di Kota Palangka Raya, terutama saat kebutuhan perlengkapan medis meningkat akibat karhutla.
"Dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan, sangat membantu dalam memperkuat pelayanan kesehatan di Kota Palangka Raya. Bantuan ini harapannya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Fairid.
Puskesmas Panarung berada di Jalan Keruing dan menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan tingkat pertama. Saat kabut asap pekat, warga dengan keluhan pernapasan biasanya berbondong-bondong datang ke fasilitas terdekat.
Karena itu, ketersediaan oksigen dan alat bantu napas di tingkat puskesmas menentukan kecepatan penanganan. Rujukan ke rumah sakit bisa ditekan jika layanan dasar sudah siap.
Menkes menyebut peninjauan ini bagian dari upaya memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Kesiapan fasilitas dan ketersediaan sarana medis dinilainya penting agar warga yang membutuhkan pelayanan bisa tertangani dengan baik.
Kabut asap dari karhutla membawa risiko gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga memperburuk penyakit bawaan seperti asma. Warga diminta memakai masker saat beraktivitas di luar ruang dan segera memeriksakan diri jika sesak napas muncul.
Puskesmas Panarung kini menjadi salah satu titik rujukan awal untuk keluhan tersebut. Dengan tambahan tabung oksigen dan nebulizer, penanganan pasien dengan gangguan pernapasan bisa dilakukan lebih cepat sebelum dirujuk ke fasilitas lanjutan.
Pemerintah Kota Palangka Raya belum merinci berapa lama bantuan logistik itu akan bertahan. Namun Fairid memastikan bantuan akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak asap.