PALANGKA RAYA — Ketua Tanfidziyah PWNU Kalimantan Tengah Dr. H. M. Wahyudie F. Dirun menyebut ziarah sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang berjuang membesarkan Nahdlatul Ulama di Palangka Raya dan Kalteng. Kegiatan itu juga menjadi ikhtiar mendoakan para pendiri organisasi yang telah berjasa bagi umat dan bangsa.
Rombongan pengurus PWNU Kalteng dan PCNU Palangka Raya mendatangi sejumlah makam di kompleks pemakaman yang disebut warga sebagai Bengaris. Tiga makam yang diziarahi tercatat sebagai tokoh penting perjalanan NU di provinsi ini.
Peringatan Hari Santri 2026 di Kalteng tahun ini berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih melanda sejumlah wilayah, sehingga upacara atau apel resmi tidak digelar.
Sebagai gantinya, PWNU Kalteng bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar istighosah di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya pada Kamis (22/10/2026) pukul 07.00 WIB. Pada waktu yang sama, PCNU Kota Palangka Raya bersama Kemenag Kota dan Pemkot Palangka Raya melaksanakan istighosah di Masjid Agung Kubah Kecubung.
Wahyudie menyatakan penyesuaian format dilakukan karena Kalteng tengah menghadapi musibah kabut asap. "Karena itu, peringatan Hari Santri tidak dilaksanakan dalam bentuk apel sebagaimana biasanya, tetapi diganti dengan istighosah dan doa bersama memohon pertolongan Allah SWT agar musibah ini segera berakhir," jelasnya.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menginstruksikan seluruh jajaran pengurus di daerah memeriahkan Hari Santri lewat kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Bentuknya bisa ziarah ulama, bakti sosial, amaliah keagamaan, atau kegiatan sosial lain.
"Yang terpenting adalah, bagaimana memperingati Hari Santri dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi warga Nahdliyin dan masyarakat luas," kata Wahyudie.
Ketua PCNU Kota Palangka Raya H. Muhammad Syahrun menambahkan, format peringatan yang berubah tidak mengurangi makna momentum Hari Santri. Menurutnya, semangat perjuangan ulama dan santri tetap perlu diwariskan kepada generasi muda.
"Hari Santri bukan hanya momentum mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat kontribusi santri dalam menjaga keutuhan bangsa dan membangun peradaban," ujarnya.
Syahrun berharap ziarah dan istighosah mempererat ukhuwah warga Nahdlatul Ulama sekaligus menjadi ikhtiar bersama memohon keselamatan. Permohonan lain yang diangkat adalah turunnya hujan bagi Kalteng yang tengah terdampak kabut asap.
Rangkaian peringatan Hari Santri 2026 di Palangka Raya bergerak dari ziarah makam pada Rabu pagi menuju doa bersama di dua masjid keesokan harinya. Kedua agenda melibatkan pengurus NU di tingkat provinsi dan kota bersama Kementerian Agama serta pemerintah daerah setempat.