PALANGKA RAYA — Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah Yohannes Freddy Ering menyebut keterbatasan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah pedalaman masih menjadi persoalan yang perlu ditangani serius. Menurut dia, tanpa jaringan memadai, warga di kampung-kampung jauh dari pusat pemerintahan tertinggal dalam memperoleh informasi dan mengikuti perkembangan teknologi.
Pernyataan itu disampaikan Freddy di Palangka Raya, Rabu (21/10/2026). Ia menilai akses internet bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan penunjang utama aktivitas masyarakat sehari-hari.
Freddy menyoroti dampak keterbatasan jaringan terhadap dunia pendidikan. Pelajar di wilayah pedalaman, kata dia, kesulitan memanfaatkan internet untuk mencari bahan pembelajaran dan memperluas wawasan.
"Dan ini sedang kita pemerataan jaringan internet juga dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan. Para pelajar di wilayah pedalaman dapat memanfaatkan internet untuk mencari bahan pembelajaran, memperluas wawasan, dan memperoleh sumber pengetahuan tambahan," kata Freddy.
Ketersediaan jaringan juga dinilai membuka ruang bagi tenaga pendidik mengembangkan metode pembelajaran yang lebih beragam. Dengan begitu, kesenjangan akses informasi di daerah pedalaman bisa ditekan secara bertahap.
Dari sisi ekonomi, Freddy menilai internet memberi kesempatan bagi warga memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. Pelaku usaha kecil dapat memakai teknologi digital untuk mempromosikan produk dan mengembangkan usahanya.
Manfaat serupa berlaku untuk layanan publik. Warga yang tinggal jauh dari pusat perkotaan diharapkan bisa mengakses informasi layanan pemerintahan melalui berbagai platform digital tanpa harus menempuh perjalanan panjang.
"Iya ada pemerataan jaringan komunikasi juga penting untuk mendukung pelayanan publik. Masyarakat yang tinggal jauh dari pusat perkotaan diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai layanan pemerintahan secara lebih mudah melalui berbagai platform digital," tuturnya.
Freddy mengakui pembangunan jaringan internet di wilayah pedalaman tidak bisa disamakan dengan daerah perkotaan. Kondisi geografis dan infrastruktur pendukung di sejumlah wilayah menuntut perencanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Karena itu, perluasan jangkauan internet perlu dilakukan bertahap, dengan prioritas pada wilayah yang paling terbatas jaringannya. Langkah tersebut diharapkan mengurangi kesenjangan digital antara masyarakat kota dan pedalaman.
Bukan hanya soal jangkauan, kualitas jaringan juga perlu diperhatikan. Akses internet yang tersedia diharapkan tidak sekadar sampai ke masyarakat, tetapi cukup memadai untuk menunjang kegiatan belajar, bekerja, dan pelayanan sehari-hari.
Menurut Freddy, pemerataan akses internet tidak bisa dikerjakan satu instansi saja. Koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan penyedia layanan telekomunikasi menjadi kunci memperluas jangkauan jaringan.
Masyarakat juga perlu dibekali pemahaman soal pemanfaatan internet secara positif dan bertanggung jawab. Dengan pengetahuan digital yang memadai, teknologi dapat mendukung pendidikan, meningkatkan produktivitas, serta memperluas kesempatan ekonomi warga.
"Memang pemerataan akses internet di Kalimantan Tengah diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah yang jauh dari pusat pemerintahan," imbuh Freddy.
Ia berharap pembangunan daerah di Kalteng berjalan lebih inklusif dan menjangkau warga hingga wilayah pedalaman. Pemerataan akses internet, kata dia, menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.