TEWAH — Ketua Sanggar Seni Budaya Segah Batuah Tewah, Siswadi, menyebut SBPA 5 disiapkan sebagai etalase seni budaya Gunung Mas dan Kalimantan Tengah. Pagelaran itu juga menjadi upaya melestarikan dan merawat budaya asli negeri.
Rangkaian acara berlangsung delapan hari, tetapi panggung pertunjukan utama digelar 7-8 November 2026. Setiap hari, pentas dimulai pukul 16.00 WIB hingga malam.
Pembukaan pada 7 November dibuka dengan tarian massal oleh Sanggar Segah Batuah Tewah. Setelah itu parade kostum etnik dan penampilan seni budaya lainnya.
Penampil membawakan tarian daerah, karungut, deder, dan modern dance. Pagelaran ditutup pada 8 November dengan tarian massal yang sama.
Selain pertunjukan, panitia menyiapkan lima lomba:
Masyarakat bisa menikmati pasar malam dan bazar UMKM setiap hari selama 1-8 November 2026. Bazar dibuka pada 1 November dan ditutup pada 8 November.
Pada Minggu pagi, 8 November, pukul 06.00-07.30 WIB, ada Zumba Party dan olahraga bersama. Seluruh kegiatan digelar di Lapangan Tugu Kelurahan Tewah dan terbuka gratis untuk umum.
Siswadi mencatat pelaksanaan SBPA 4 tahun 2025 menarik hampir 2.000 penonton setiap malam. Untuk edisi kali ini, panitia menargetkan 1.000 hingga 3.000 penonton per malam.
"Pelaksanaan SBPA 4 tahun 2025 menarik hampir 2.000 penonton setiap malam, dan tahun ini panitia menargetkan 1.000 hingga 3.000 penonton per malam," ucap Siswadi.
Informasi lebih lanjut tersedia di Instagram @sanggar_sbt dan Facebook Sanggar Segah Batuah Tewah. Masyarakat juga bisa menghubungi panitia Siswadi (0852-4924-8321) dan Crislv (0813-5278-5784).