BEI Catat Antrean IPO Naik Jadi 9 Perusahaan, Sektor Kesehatan Mendominasi

Penulis: Puguh Triyono  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 09:22:31 WIB
Antrean IPO di BEI bertambah menjadi sembilan perusahaan per 17 Oktober 2026.

KALIMANTAN TENGAH — Antrean penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia bertambah menjadi sembilan perusahaan per 17 Oktober 2026, naik dari sebelumnya tujuh perusahaan. Empat dari sembilan calon emiten itu berasal dari sektor layanan kesehatan, menjadikannya kelompok terbesar dalam pipeline pencatatan saham BEI.

PT Bursa Efek Indonesia mencatat penambahan dua perusahaan baru ke dalam daftar tunggu pencatatan saham, sehingga total pipeline IPO menjadi sembilan emiten. Angka itu tertuang dalam dokumen resmi pipeline BEI yang dikutip Sabtu (17/10/2026).

Penambahan dua nama baru menandakan aktivitas penawaran saham perdana di pasar modal domestik belum surut, meski realisasi pencatatan sepanjang tahun berjalan masih jauh di bawah kapasitas pipeline yang tersedia.

Empat Calon Emiten dari Sektor Kesehatan

Dari sisi sektor, layanan kesehatan menjadi penyumbang terbesar dengan empat perusahaan. Sektor energi menyusul dengan dua perusahaan, sedangkan sektor finansial dan industrial masing-masing diwakili satu perusahaan.

Komposisi itu menunjukkan minat emiten dari industri kesehatan untuk mencari pendanaan di pasar modal masih kuat, sejalan dengan ekspansi layanan dan kebutuhan belanja modal sektor tersebut.

Sebaran Aset: Menengah Mendominasi

Berdasarkan klasifikasi aset, empat calon emiten masuk kategori skala menengah dengan aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Tiga perusahaan beraset besar di atas Rp250 miliar, dan dua perusahaan berskala kecil di bawah Rp50 miliar.

  • Empat perusahaan aset menengah (Rp50 miliar–Rp250 miliar)
  • Tiga perusahaan aset besar (di atas Rp250 miliar)
  • Dua perusahaan aset kecil (di bawah Rp50 miliar)

Dominasi emiten berskala menengah mengindikasikan pipeline kali ini lebih banyak diisi perusahaan yang tengah berekspansi, bukan korporasi raksasa yang mencari tambahan likuiditas.

Realisasi IPO 2026 Capai Rp2,16 Triliun

Hingga 16 Oktober 2026, sebanyak tujuh perusahaan telah mencatatkan sahamnya di BEI. Total dana yang dihimpun dari ketujuh pencatatan itu mencapai Rp2,16 triliun.

Angka tersebut menjadi pembanding penting bagi investor: dengan sembilan perusahaan masih dalam antrean, potensi tambahan penghimpunan dana hingga akhir tahun bergantung pada kecepatan masing-masing calon emiten menyelesaikan proses penawaran dan pencatatan.

Bagi pelaku pasar, pipeline ini memberi gambaran pasokan saham baru yang akan masuk ke bursa. Jumlah emiten yang bertambah menambah pilihan investasi, tetapi juga berarti kompetisi perhatian investor dan likuiditas antar-saham akan semakin ketat.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top