KALIMANTAN TENGAH — Ketua PSSI Erick Thohir menyatakan Timnas Indonesia masih membutuhkan tambahan pemain di sektor sayap, gelandang, dan penyerang menjelang Piala Asia 2027. Evaluasi skuad Garuda menemukan bek kanan sebagai titik lemah karena keterbatasan pilihan dan sejumlah pemain cedera.
Erick menegaskan kebutuhan itu muncul dari hasil pemetaan bersama tim Badan Tim Nasional (BTN) dan pelatih John Herdman. Timnas Indonesia punya waktu sekitar tiga bulan untuk merampungkan komposisi skuad sebelum pentas di Arab Saudi.
Menurut Erick, lini tengah baru punya tiga pemain yang konsisten. Ia menilai masih perlu dua tambahan gelandang, plus opsi baru di posisi penyerang dan sayap.
Posisi bek kanan disebut Erick sebagai sektor yang paling perlu dievaluasi. Pilihan pemain di sana terbatas, diperparah dengan sejumlah nama yang masih menjalani pemulihan cedera.
Di sisi lain, Erick menilai Timnas Indonesia sudah cukup mapan di posisi penjaga gawang, bek tengah, dan bek kiri.
"Di posisi penjaga gawang, saya rasa kita sudah memiliki dua pemain yang mumpuni. Untuk bek tengah, saya rasa cukup, meskipun mungkin masih membutuhkan satu pemain tambahan agar lebih kuat," kata Erick di Jakarta, Selasa (13/10).
"Di bek kiri, ada dua, tiga, bahkan empat opsi. Namun, di bek kanan, pilihan kita masih terbatas karena beberapa pemain juga mengalami cedera," ujarnya menambahkan.
Erick memakai Jepang sebagai cermin. Rival Indonesia di fase grup Piala Asia 2027 itu punya sekitar 12 pemain yang berkarier di Liga Inggris, plus total sekitar 100 pemain di berbagai liga Eropa.
"Mereka memiliki kedalaman skuad yang jauh lebih baik. Ketika ada pemain cedera, mereka masih punya banyak pilihan untuk menggantikannya. Kita tentu harus terus mencari keseimbangan antara pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri dan pemain yang bermain di liga domestik," terang Erick.
Mantan petinggi Inter Milan dan DC United itu menyebut keseimbangan asal pemain menjadi fokus, bukan hanya jumlah pemain per posisi.
Pembentukan skuad ini juga disiapkan untuk Kualifikasi Piala Dunia 2030. Undian atau drawing kualifikasi akan berlangsung pada 15 Desember 2026.
Indonesia akan langsung masuk putaran kedua, tanpa menjalani putaran pertama seperti pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.
"Kalau memang aturannya seperti itu, kita harus mengikutinya. Tentu maunya langsung masuk putaran keempat, tetapi kita tidak mendapatkan kesempatan itu. Kebijakan FIFA dan AFC harus kita ikuti," ucap Erick.
"Kami mulai memetakan kebutuhan tim berdasarkan hasil evaluasi bersama tim BTN dan Coach John. Kami perlu melihat posisi mana saja yang membutuhkan tambahan pemain agar kedalaman skuad semakin baik," ia melanjutkan.
Sisa waktu tiga bulan menjadi batas PSSI merampungkan skuad. Drawing 15 Desember 2026 akan menentukan lawan Indonesia di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030, setelah Piala Asia 2027 digelar Januari.