ANTAM Pangkas Konsumsi Energi 59 Persen Berkat PLTS Gag Nikel

Penulis: Surya Dinata  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:22:32 WIB
PLTS Gag Nikel berkapasitas 500 kWp menekan konsumsi BBM hingga 245.280 liter per tahun.

KALIMANTAN TENGAH — PT ANTAM (Persero) Tbk memangkas konsumsi energi 59 persen pada Semester I 2026 menjadi 4,46 juta gigajoule berkat pemanfaatan energi terbarukan di wilayah operasi. Penurunan ini jauh melampaui target emisi gas rumah kaca perusahaan yang hanya 4,60 persen.

Jakarta. Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto, menyatakan efisiensi energi bukan sekadar soal penghematan biaya, melainkan bagian dari strategi perusahaan menekan dampak lingkungan dari kegiatan pertambangan dan pengolahan mineral. Menurut Wisnu, berbagai inisiatif dijalankan di seluruh wilayah operasi, mulai dari pemanfaatan energi terbarukan hingga pengelolaan air dan reklamasi lahan.

"ANTAM terus mendorong efisiensi penggunaan energi melalui berbagai inisiatif di wilayah operasi, termasuk pemanfaatan energi terbarukan. Langkah ini tidak hanya mendukung efisiensi operasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kami dalam menurunkan emisi gas rumah kaca," ujar Wisnu dalam keterangannya.

Emisi Gas Rumah Kaca Turun Tiga Kali Lipat dari Target

Sepanjang Semester I 2026, total konsumsi energi ANTAM tercatat 4,46 juta gigajoule (GJ), turun 59 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini berbanding lurus dengan capaian emisi gas rumah kaca (GRK) yang tercatat 0,57 juta ton CO?e.

Realisasi penurunan emisi GRK mencapai 15,62 persen, atau lebih dari tiga kali lipat target perusahaan sebesar 4,60 persen. Artinya, ANTAM tidak hanya memenuhi komitmen keberlanjutannya, tetapi melampauinya jauh sebelum periode pelaporan berakhir.

PLTS Gag Nikel Tekan Konsumsi BBM hingga 245 Ribu Liter per Tahun

Salah satu pendorong utama capaian tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di PT Gag Nikel, anak usaha ANTAM. Fasilitas ini dibangun di atas lahan seluas 5.634 meter persegi dengan kapasitas 500 kilowatt peak (kWp), dilengkapi 910 unit modul surya, 10 inverter, dan 400 baterai.

Sistem PLTS terintegrasi dengan pembangkit eksisting yang ditopang dua unit genset berkapasitas masing-masing 250 kVA. Berdasarkan kajian PT Gag Nikel, tanpa PLTS dan dengan asumsi beban 80 persen serta operasi genset 8.760 jam per tahun, konsumsi BBM diperkirakan mencapai 367.920 liter.

Dengan kontribusi PLTS dan asumsi operasi genset turun menjadi 2.920 jam per tahun, konsumsi BBM diperkirakan hanya sekitar 122.640 liter. Selisihnya setara potensi pengurangan konsumsi BBM sekitar 245.280 liter per tahun.

"Penerapan PLTS di PT Gag Nikel menjadi salah satu contoh bagaimana pemanfaatan energi terbarukan dapat memberikan manfaat langsung terhadap pengelolaan energi di wilayah operasi. Selain mendukung penggunaan sumber energi yang lebih bersih, pemanfaatan PLTS juga dapat mengurangi kebutuhan operasi genset," kata Wisnu.

Reklamasi Lahan Lampaui Target, 70 Ribu Pohon Ditanam

Di luar sektor energi, ANTAM menjalankan program pengelolaan lingkungan melalui reklamasi lahan, rehabilitasi ekosistem, konservasi keanekaragaman hayati, dan pengelolaan air. Hingga Semester I 2026, realisasi reklamasi lahan mencapai 95,69 hektare, melampaui target 85,3 hektare.

Perusahaan juga menanam sekitar 70.753 pohon sebagai bagian dari program pemulihan lingkungan. Angka ini menunjukkan komitmen ANTAM tidak berhenti pada efisiensi energi, tetapi mencakup pemulihan lahan pascatambang yang menjadi perhatian utama regulator dan masyarakat sekitar wilayah operasi.

Capaian ANTAM pada Semester I 2026 menjadi sinyal bahwa perusahaan tambang pelat merah mampu menyeimbangkan target produksi dengan agenda transisi energi. Bagi investor, efisiensi energi yang agresif berpotensi menekan biaya operasional jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi ANTAM di pasar global yang semakin ketat menerapkan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Reporter: Surya Dinata
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top