Pemkab Katingan Salurkan 287 Perangkat Starlink ke Desa, Sekolah, dan Puskesmas di Wilayah Blank Spot

Penulis: Rendi Kusuma  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:13:02 WIB
Pemkab Katingan menyalurkan 287 perangkat Starlink untuk desa, sekolah, dan puskesmas di wilayah blank spot.

Pemkab Katingan menyalurkan 287 perangkat Starlink ke sejumlah desa, sekolah, dan puskesmas yang selama ini kesulitan sinyal seluler di Kalimantan Tengah. Perangkat bantuan Diskominfostandi Provinsi Kalteng itu diserahkan secara simbolis di Aula Kantor Bappedalitbang Katingan. Pemkab berjanji melakukan pendampingan teknis dan monitoring agar bantuan tidak mangkrak.

KASONGAN — Pemerintah Kabupaten Katingan memperluas jangkauan internet ke wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi. Sebanyak 287 perangkat Starlink disalurkan untuk mendukung layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas warga di daerah pedesaan maupun pedalaman.

Perangkat itu merupakan bantuan dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Kalimantan Tengah. Penyerahan simbolis dilakukan Asisten II Setda Katingan, Adventus, kepada perwakilan penerima di Aula Kantor Bappedalitbang Katingan.

Proses serah terima disaksikan Kepala Diskominfostandi Katingan, Kepala Dishubkan, serta sejumlah pihak terkait. Penerima bantuan mencakup pihak desa, sekolah, puskesmas, dan layanan publik lain yang berada di wilayah sulit dijangkau sinyal seluler.

Penyaluran menyasar titik-titik yang selama ini masuk kategori blank spot. Desa-desa di pedalaman Katingan menjadi prioritas karena jaringan seluler belum menjangkau permukiman warga.

Sekolah dan puskesmas juga masuk daftar penerima. Dua jenis layanan itu dinilai paling terdampak ketika koneksi internet tidak tersedia, mulai dari proses belajar hingga pelaporan data kesehatan.

Adventus menyebut konektivitas internet kini menjadi kebutuhan penting masyarakat, termasuk untuk menopang pelayanan pemerintahan di tingkat desa. Kehadiran Starlink diharapkan membuka akses komunikasi dan informasi bagi warga yang selama ini terbatas jaringan.

Anak Bisa Belajar Online, UMKM Bisa Pasarkan Produk

Menurut Adventus, dampak bantuan ini menyentuh beberapa sektor sekaligus. Ia menyebut pendidikan, pelayanan desa, dan pemasaran produk usaha mikro sebagai tiga bidang yang paling terbantu.

"Dengan internet, anak-anak kita bisa belajar secara online, pelayanan desa bisa lebih cepat, dan UMKM bisa memasarkan produknya lebih luas," kata Adventus.

Pernyataan itu menegaskan bahwa perangkat Starlink tidak hanya diposisikan sebagai alat komunikasi. Pemkab Katingan melihatnya sebagai penopang layanan dasar di wilayah yang selama ini tertinggal secara digital.

Pemkab Katingan Janji Pendampingan Teknis dan Monitoring

Adventus meminta seluruh penerima menjaga dan merawat perangkat yang telah diberikan. Tujuannya agar bantuan bisa dipakai dalam jangka panjang, bukan hanya beberapa bulan pertama.

Pemkab Katingan melalui Diskominfostandi akan melakukan pendampingan teknis sekaligus monitoring penggunaan perangkat. Langkah itu diambil untuk memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan secara optimal di lapangan.

Adventus menegaskan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidak bisa dipisahkan dari penyelenggaraan pemerintahan maupun kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Akses internet bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, tetapi sudah menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, perekonomian, komunikasi pemerintahan dan aktivitas masyarakat," katanya.

Mengapa Wilayah Blank Spot Jadi Prioritas

Katingan memiliki banyak permukiman yang tersebar di wilayah pedalaman. Kondisi geografis itu membuat pembangunan menara telekomunikasi konvensional membutuhkan biaya besar dan waktu panjang.

Starlink menawarkan jalur berbeda karena tidak bergantung pada infrastruktur menara seluler darat. Teknologi berbasis satelit itu memungkinkan koneksi tersedia selama perangkat mendapat daya listrik dan pandangan langit yang memadai.

Dengan 287 perangkat yang sudah disalurkan, Pemkab Katingan membuka jalan bagi desa, sekolah, dan puskesmas untuk masuk ke layanan digital. Pemerintah daerah menyatakan akan mengevaluasi pemanfaatan perangkat sebelum mempertimbangkan perluasan ke titik lain.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top