KALIMANTAN TENGAH — BYD menyiapkan generasi kedua Atto 1, hatchback listrik yang di China dikenal sebagai Seagull, dengan sejumlah pembaruan kabin. Jok pengemudi model terbaru ini kabarnya dilengkapi fitur pijat, sesuatu yang belum ada di varian yang dijual saat ini. Selain itu, tersedia ambient lighting, layar hiburan model melayang, dan opsi LiDAR untuk sistem bantuan berkendara.
Sejumlah bocoran soal generasi kedua BYD Atto 1 beredar dari media China, Carnewschina. Informasi ini belum dikonfirmasi resmi oleh BYD, sehingga detail akhirnya masih bisa berubah saat peluncuran. Meski begitu, gambaran soal arah pengembangan kabin dan platform sudah mulai terlihat jelas.
Perubahan paling menonjol ada di kabin. Jok depan Atto 1 generasi baru disebut bisa diatur secara elektrik, dan jok pengemudi mendapat fitur pijat. Fitur ini biasanya hanya ditemukan di mobil listrik kelas atas, bukan di segmen hatchback kompak.
Ambient lighting dengan beragam pilihan warna turut disematkan. Penumpang belakang juga mendapat ventilasi udara yang arahnya bisa diatur, plus dua kompartemen penyimpanan di bawah jok baris kedua. Tombol magnetik khas BYD masih dipertahankan.
Panel instrumen dan hiburan digabung dalam satu layar monitor besar model melayang. Desainnya memakai pembagian tampilan 3/7.
Bagian kiri layar berfungsi sebagai instrumen, menampilkan kecepatan, posisi gigi, jarak tempuh, konsumsi energi, hingga mode berkendara. Sisi kanan dipakai untuk navigasi dan musik, setidaknya pada versi setir kiri yang berlaku di China.
Atto 1 generasi kedua memindahkan motor listrik ke poros roda belakang, menjadikannya mobil berpenggerak roda belakang (RWD). Konsekuensinya, muncul ruang penyimpanan 94 liter di bawah kap depan sebagai front trunk atau frunk.
Motor listriknya bertenaga 95 kW. Ada dua pilihan kapasitas baterai, yaitu 30 kWh dan 39,2 kWh, dengan jarak tempuh 320-420 km berdasarkan siklus CLTC.
Dimensinya membesar dibanding model yang beredar sekarang. Panjangnya 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dan jarak sumbu roda 2.650 mm.
Fitur pengisian daya cepat flash charging dikabarkan mampu mengisi baterai dari 10% hingga 97% dalam sembilan menit. Angka ini jauh lebih singkat dibanding pengisian daya cepat yang umum di hatchback listrik saat ini.
BYD juga menyiapkan opsi LiDAR yang dipasang di atap sebagai bagian dari sistem ADAS DiPilot 300. Kehadiran LiDAR menandakan Atto 1 generasi baru bakal menawarkan kemampuan bantuan berkendara yang lebih tinggi, setidaknya pada varian teratas.
Atto 1 sendiri sudah dijual di Indonesia sebagai hatchback listrik entry-level BYD. Belum ada keterangan apakah generasi kedua ini akan masuk pasar lokal, apalagi soal harga dan waktu peluncurannya.
Jika mengikuti pola BYD sebelumnya, versi China biasanya meluncur lebih dulu, baru kemudian diekspor ke pasar lain. Konsumen Indonesia yang menunggu kehadiran kursi pijat dan flash charging di Atto 1 kemungkinan masih harus bersabar menunggu pengumuman resmi dari PT BYD Motor Indonesia.