Karhutla Kapuas Terkendala Pompa dan Selang Rusak, BPBD Pesan 20 Unit Mesin Baru

Penulis: Puguh Triyono  •  Jumat, 25 September 2026 | 23:28:31 WIB
Petugas menangani kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kecamatan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, terkendala keterbatasan mesin pompa dan selang pemadaman. BPBD Kapuas mencatat kerusakan dan kebocoran selang terjadi di hampir seluruh pos pemadaman, terutama Kapuas Barat, Kapuas Hilir, dan Mantangai. Distribusi 20 unit mesin pompa dijadwalkan tiba Sabtu (26/9) untuk memperkuat petugas di lapangan.

KUALA KAPUAS — Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandingan, mengungkapkan kendala peralatan itu setelah memimpin rapat evaluasi penanganan karhutla di Posko Induk Penanganan Bencana Kekeringan dan Karhutla, Kantor BPBD Kapuas.

“Berdasarkan dari hasil rapat evaluasi kita tadi, di sejumlah wilayah petugas melaporkan bahwa di lapangan menghadapi kendala keterbatasan peralatan pemadaman, terutama mesin pompa dan selang,” kata Pangeran.

Laporan dari pos-pos lapangan menunjukkan kerusakan dan kebocoran selang jadi persoalan paling dominan. Tiga wilayah yang paling terdampak adalah Kapuas Barat, Kapuas Hilir, dan Mantangai.

Mantangai Butuh 3 Pompa 6,5 Inci dan 15 Roll Selang

Petugas di Kecamatan Mantangai mengusulkan penambahan tiga unit mesin pompa berukuran 6,5 inci. Mereka juga membutuhkan 15 roll selang pelempar untuk mendukung proses pemadaman.

Sementara pos di Kecamatan Kapuas Barat mengajukan kebutuhan tambahan 10 roll selang dan dua unit mesin pompa. Usulan itu muncul karena peralatan yang ada dinilai tidak lagi memadai untuk menjangkau titik-titik api yang masih aktif.

Sumber Air Kering, Mobil Tangki Tak Bisa Masuk ke RT 7 dan RT 8

Di wilayah Basarang, khususnya RT 6, petugas melaporkan keterbatasan sumber air. Akses menuju RT 7 dan RT 8 hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, sehingga mobil tangki tidak bisa menjangkau lokasi untuk menyuplai air.

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Dadahup. Saluran sekunder mulai mengalami kekeringan dan menyulitkan petugas memperoleh sumber air untuk pemadaman.

Penanganan di Dadahup sementara terbantu keberadaan tandon berkapasitas 1.000 liter dari Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Stok Nasional Terbatas, Pesanan 10 Hari Belum Tiba

Persoalan tidak hanya di lapangan. Stok peralatan di tingkat nasional dilaporkan terbatas, sementara BPBD Kapuas telah melakukan pemesanan selama sekitar 10 hari namun barang yang dibutuhkan belum tiba.

Untuk memenuhi kebutuhan penanganan, distribusi sebanyak 20 unit mesin pompa dijadwalkan dilakukan pada Sabtu (26/9) mendatang. Peralatan tersebut diharapkan memperkuat kemampuan petugas menangani titik-titik kebakaran yang masih berasap dan sulit dijangkau.

“Evaluasi harian akan terus dilakukan untuk memantau perkembangan karhutla, kondisi hotspot, dampak terhadap kesehatan masyarakat, serta efektivitas penanganan di masing-masing wilayah,” demikian Pangeran.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top