AS Ancam Tutup Maskapai Iran, Baghdad dan Muscat Setop Penerbangan

Penulis: Puguh Triyono  •  Rabu, 23 September 2026 | 11:52:01 WIB
Maskapai Iran berhenti melayani rute ke Bandara Baghdad dan Muscat menyusul ancaman sanksi AS.

KALIMANTAN TENGAH — Irak dan Oman menghentikan penerimaan penerbangan maskapai Iran mulai Rabu (23/9), menyusul ancaman Amerika Serikat yang akan menutup seluruh maskapai Teheran dari sistem penerbangan global. Larangan itu memukul rute utama peziarah dan memaksa otoritas penerbangan Iran mencari bandara alternatif.

Juru bicara penerbangan sipil Iran menyatakan Bandara Baghdad dan Muscat tidak lagi menerima pesawat dari Iran. Kantor berita Tasnim melaporkan otoritas penerbangan Iran kini membahas pengalihan rute Baghdad ke Najaf, salah satu kota suci yang menjadi tujuan utama peziarah Iran.

Penerbangan internasional lain, termasuk rute ke Istanbul, Turki, dilaporkan masih beroperasi sesuai jadwal. Namun tekanan terhadap maskapai Iran terus meluas ke sejumlah negara lain di kawasan.

Georgia hingga Turki Mulai Batasi Maskapai Iran

Georgia lebih dulu melarang maskapai Iran beroperasi di wilayahnya pada Senin (21/9). Mahan Air, maskapai swasta Iran, menghentikan penerbangan ke Turki atas permintaan pemerintah negara tersebut.

Iran Air menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi dari otoritas penerbangan sipil Turki, Azerbaijan, maupun Irak soal penghentian penerbangan. Pemerintah Irak juga belum mengumumkan larangan secara terbuka, tetapi seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada AFP bahwa Baghdad akan mematuhi langkah AS.

Irak menjadi salah satu tujuan utama maskapai Iran, terutama untuk mengangkut peziarah menuju sejumlah situs suci. Penghentian rute ini berpotensi mengganggu arus perjalanan keagamaan yang selama ini jadi penopang bisnis travel di kedua negara.

Ancaman Bessent: Siapa Layani Iran, Keluar dari Sistem Dolar

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan sanksi terbaru pada Senin (21/9). Langkah ini melanjutkan rangkaian sanksi penerbangan yang sudah diberlakukan Washington terhadap Iran sebelumnya.

"Semua maskapai penerbangan Iran akan ditutup di seluruh dunia," kata Bessent, seperti dikutip AFP.

Bessent memperingatkan pihak yang tetap memberi layanan kepada maskapai Iran. Menurutnya, negara atau perusahaan yang menyediakan bahan bakar, layanan pendaratan, atau menjual tiket untuk maskapai Iran akan dikeluarkan dari sistem dolar.

"Jika mereka mendarat, Anda tidak boleh menyediakan bahan bakar, Anda tidak boleh memberikan layanan pendaratan, Anda tidak boleh menjual tiket kepada mereka, atau Anda akan dikeluarkan dari sistem dolar," ujarnya.

AS menyebut langkah ini sebagai "D-Day ekonomi" untuk menekan Iran agar tunduk, setelah upaya mengakhiri perang di Timur Tengah melalui jalur militer menemui kebuntuan.

Dampak ke Agen Travel dan Peziarah di Najaf

Dampak penuh sanksi terbaru masih belum jelas. Sektor penerbangan Iran sudah menjadi sasaran berbagai sanksi selama bertahun-tahun, sehingga ruang manuver Teheran sebenarnya sudah sempit.

Di Najaf, agen perjalanan Haidar Shamaa mengatakan sebagian besar perusahaan travel di kota itu bergantung pada pemesanan penerbangan menuju bandara-bandara Iran. Pelanggan mulai menghubungi mereka untuk meminta kepastian jadwal.

"Sebagian besar perusahaan perjalanan di kota ini bergantung pada pemesanan penerbangan ke bandara-bandara Iran," kata Shamaa kepada AFP.

Sejumlah agen menyebut sebagian pelanggan mempertimbangkan beralih ke jalur darat, meski perjalanan tersebut membutuhkan waktu jauh lebih lama. Opsi ini menambah biaya dan risiko bagi peziarah yang tetap ingin berangkat.

China Menolak Sanksi Sepihak AS

China menyatakan menentang sanksi sepihak AS terhadap Iran. Pemerintah China menilai langkah itu tidak memiliki dasar dalam hukum internasional maupun otorisasi Dewan Keamanan PBB.

"China menentang sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional atau otorisasi dari Dewan Keamanan PBB," kata pemerintah China.

Sanksi terbaru berpotensi semakin membatasi kemampuan warga Iran bepergian ke luar negeri maupun kembali ke negaranya. Jaringan penerbangan internasional yang selama ini menghubungkan Iran dengan negara-negara kawasan juga terancam terganggu.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top