KALIMANTAN TENGAH — Bezzecchi unggul tipis 0,198 detik atas Marquez, pembalap Ducati Lenovo yang tengah mengejar dominasi di Misano. Fermin Aldeguer dari BK8 Gresini Racing melengkapi baris terdepan dengan selisih 0,368 detik.
Ini bukan pertama kalinya Bezzecchi dan Marquez bersaing ketat di Misano. Sehari sebelumnya, keduanya juga terlibat duel sengit di sesi latihan bebas, dengan selisih waktu yang nyaris tak terpaut.
Catatan 1 menit 29,982 detik yang dibukukan Bezzecchi menjadi yang tercepat sepanjang sejarah kualifikasi di Sirkuit Misano. Rekor ini sebelumnya dipegang pembalap Ducati pada edisi-edisi terdahulu.
Bagi Aprilia Racing, hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa mereka siap mematahkan dominasi Ducati. Pabrikan asal Noale itu menempatkan dua pembalap di lima besar, dengan Jorge Martin menempel di posisi kelima.
Marquez datang ke San Marino sebagai juara bertahan dua edisi terakhir. Ducati sendiri selalu menempati podium teratas di Misano sejak 2021, catatan yang kini terancam oleh performa Bezzecchi dan Aprilia.
Marquez tak bisa mengulang performa terbaiknya di sesi kualifikasi kali ini. Pembalap Spanyol itu sempat memimpin di sektor awal, namun kehilangan waktu di sektor terakhir yang menjadi kekuatan Bezzecchi.
Francesco Bagnaia harus puas start dari posisi ke-14 setelah mencatat 1 menit 30,916 detik. Pembalap Ducati Lenovo itu tertinggal lebih dari sembilan persepuluh detik dari Bezzecchi.
Fabio Quartararo juga kesulitan mengangkat performa Yamaha. Juara dunia 2021 itu hanya menempati posisi ke-13, sementara rekan setimnya di Monster Yamaha, Alex Rins, terpuruk di urutan ke-20.
Toprak Razgatlioglu, yang menjalani debut penuh di MotoGP bersama Pramac Yamaha, menutup daftar di posisi ke-21 dengan 1 menit 32,264 detik.
Posisi pole memberi Bezzecchi keunggulan strategis di Sirkuit Misano yang sempit dan sulit untuk menyalip. Start dari baris depan menjadi kunci untuk mengendalikan ritme balapan sejak lap pertama.
Marquez tetap menjadi ancaman utama. Pembalap berusia 33 tahun itu dikenal kuat dalam menjaga konsistensi ban belakang pada paruh akhir balapan, sesuatu yang bisa menjadi pembeda di sprint race maupun lomba utama.
Aldeguer, yang melengkapi baris terdepan, berpotensi menjadi kejutan. Pembalap muda Spanyol itu menunjukkan kecepatan kompetitif sepanjang sesi kualifikasi dan siap memanfaatkan setiap peluang di depan.