DPRD Barito Utara Dorong Perajin Rotan di Muara Teweh Tingkatkan Keterampilan Lewat Pelatihan Lanjutan

Penulis: Puguh Triyono  •  Kamis, 10 September 2026 | 12:43:01 WIB
Anggota DPRD Barito Utara Nety Herawati menyampaikan dorongan peningkatan keterampilan perajin rotan dan kulit di Muara Teweh.

Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara Nety Herawati mendorong para perajin rotan dan kulit di Muara Teweh meningkatkan keterampilan agar produk kerajinan mereka punya nilai tambah dan daya saing. Dorongan itu disampaikan menyusul pelaksanaan Pelatihan Lanjutan Modifikasi Kulit dan Anyaman Rotan bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UKM) Barito Utara Tahun 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM setempat.

MUARA TEWEH — Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara Nety Herawati menilai pelatihan lanjutan bagi perajin rotan dan kulit penting untuk meningkatkan keterampilan pelaku UKM sekaligus mendorong mereka menghasilkan produk kerajinan bernilai tambah. Kegiatan itu dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara.

Menurut Nety, pelatihan tersebut merupakan langkah positif dalam meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat, khususnya pelaku UKM yang bergerak di bidang kerajinan. Ia menyampaikannya di Muara Teweh, Rabu.

"Saya sangat mengapresiasi adanya pelatihan lanjutan seperti ini. Kegiatan ini penting untuk meningkatkan keterampilan para pelaku UKM sekaligus mendorong mereka menghasilkan produk kerajinan yang memiliki nilai tambah," kata Nety Herawati.

Rotan Jadi Potensi Unggulan Barito Utara

Nety menilai Kabupaten Barito Utara memiliki potensi bahan baku lokal, khususnya rotan, yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi. Potensi itu perlu terus dikembangkan melalui peningkatan keterampilan, inovasi, dan kreativitas para perajin.

"Rotan merupakan salah satu potensi yang kita miliki. Kalau dikelola dengan baik dan dikembangkan melalui desain yang lebih modern, tentu bisa menjadi produk unggulan daerah," ujarnya.

Ia berharap para peserta tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan membuat anyaman, tetapi juga memahami kebutuhan pasar. Dengan begitu, produk yang dihasilkan dapat memiliki daya saing.

Kualitas, Desain, dan Kemasan Ikut Jadi Perhatian

Pengembangan produk kerajinan, kata Nety, harus diikuti dengan perhatian terhadap kualitas, desain, kemasan, dan pemasaran. Ia mengingatkan agar keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti di ruang kelas.

"Jangan sampai setelah mengikuti pelatihan, keterampilan itu tidak dikembangkan. Kami berharap para peserta bisa terus berinovasi dan memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha masing-masing," katanya.

Nety juga mendorong pemerintah daerah memberikan pendampingan berkelanjutan kepada pelaku UKM, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.

Target Menembus Pasar Luar Daerah

Dengan pembinaan yang konsisten, Nety optimistis produk kerajinan berbahan rotan dan kulit dari Barito Utara dapat semakin dikenal dan dipasarkan ke luar daerah.

"Harapan kita produk kerajinan masyarakat Barito Utara tidak hanya dipasarkan di daerah sendiri, tetapi bisa menembus pasar luar daerah bahkan pasar nasional," ujar Nety Herawati.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top