KALIMANTAN TENGAH — Xiaomi 18 Fold hadir dengan desain yang berbeda dari pendahulunya. Alih-alih mengikuti tren layar lipat yang tinggi dan ramping, Xiaomi memilih rasio aspek yang lebih mirip buku paspor, yang mereka sebut sebagai format "mid-size". Perangkat ini menggabungkan layar lipat internal 7,68 inci dengan layar eksternal 5,38 inci, keduanya mengusung rasio aspek A4 yang sama untuk pengalaman transisi yang mulus.
Saya sempat menjajal langsung perangkat ini di ajang IFA dan langsung terkesan dengan bodinya yang lebih ringkas. Bobotnya hanya 219 gram, menjadikannya ponsel lipat paling ringan yang pernah dibuat Xiaomi. Pilihan warna merahnya juga tampil memukau.
Xiaomi memakai engsel proprietary generasi baru dengan desain tiga-link yang membungkus layar. Secara fisik, engsel ini terasa lebih kokoh dan kuat dibandingkan engsel pada ponsel lipat kompetitor. Layar depannya punya tampilan asimetris seperti notepad, dengan sudut melengkung di sisi kanan dan sudut persegi di sisi engsel — detail yang membuatnya berbeda dari kebanyakan foldable lain.
Kedua layar menjadi yang pertama memakai panel Xiaomi HyperRGB dengan struktur subpixel RGB penuh. Ini adalah langkah besar dari Xiaomi untuk meningkatkan kualitas warna dan ketajaman teks dibandingkan panel OLED konvensional.
Xiaomi 18 Fold menjadi ponsel flagship pertama yang ditenagai chip buatan internal, XRING 03. Dibangun dengan proses 3nm, chip ini mengklaim performa decoding on-device 45 persen lebih cepat pada NPU dibandingkan prosesor flagship generasi sebelumnya. XRING 03 juga disebut sebagai SoC pertama yang mendukung RAM LPDDR6 untuk akses memori yang lebih cepat. Performa nyata chip ini masih perlu diuji lebih lanjut, tetapi ini menandai ambisi Xiaomi untuk tidak lagi bergantung penuh pada pemasok eksternal.
Xiaomi 18 Fold tersedia dalam tiga pilihan warna: hitam, putih, dan merah. Harga mulai dari 10.999 yuan (sekitar Rp 24,5 juta). Xiaomi juga mengisyaratkan edisi khusus dengan bodi keramik silikon nitrida yang diklaim 50 persen lebih ringan dari keramik zirkonia konvensional dan lebih tahan gores, namun varian ini belum dipamerkan.
Saat ini perangkat hanya dipasarkan di China. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan global maupun di Indonesia. Xiaomi tidak menyebutkan peringkat IP (ketahanan debu dan air), yang masih menjadi catatan umum untuk ponsel lipat.
Kehadiran Xiaomi 18 Fold datang di waktu yang menarik. Apple dikabarkan akan mengumumkan ponsel lipat pertamanya dalam waktu dekat, dan perangkat tersebut dipastikan akan hadir di pasar Amerika Serikat. Xiaomi menempatkan 18 Fold sebagai penantang serius di segmen foldable dengan kombinasi desain ringkas, spesifikasi kamera tinggi, dan baterai besar — meski harus bersaing dengan pemain mapan seperti Samsung Galaxy Z Fold 8 yang kini juga mengusung bodi lebih ringkas.
Xiaomi 18 Fold tampaknya dirancang untuk pengguna yang menginginkan ponsel lipat yang tidak terasa seperti dua ponsel yang ditempel, melainkan satu perangkat yang nyaman digunakan dengan satu tangan saat tertutup dan lapang saat terbuka. Jika performa kameranya bisa menyamai Xiaomi 17 Ultra, perangkat ini bisa menjadi pilihan menarik bagi penggemar fotografi yang ingin beralih ke form factor lipat.