Dua penerbangan menuju Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, resmi dibatalkan pada Minggu (6/9) akibat terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Pembatalan itu memengaruhi rute Jakarta-Sampit yang dilayani Super Air Jet serta rute Surabaya-Sampit oleh NAM Air.
SAMPIT — Gangguan operasional penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit dipastikan terjadi setelah dua maskapai membatalkan jadwal mereka hari ini. PIC CAPT Bandara Haji Asan Sampit Alfiansyah menyebut pembatalan merupakan imbas langsung dari peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mulai terjadi sejak Jumat (4/9).
“Untuk hari ini terdapat dua rute yang mengalami pembatalan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Super Air Jet rute Jakarta-Sampit PP dan Nam Air rute Surabaya-Sampit PP,” kata Alfiansyah di Sampit, Minggu.
Pembatalan tersebut mencakup penerbangan Super Air Jet dengan nomor IU350/IU351 untuk rute pulang pergi Jakarta-Sampit. Sementara itu, NAM Air membatalkan penerbangan bernomor IN242/IN243 pada rute Surabaya-Sampit PP.
Alfiansyah menjelaskan, keputusan ini diambil setelah otoritas penerbangan mengevaluasi risiko keselamatan. Sebaran abu vulkanik menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu mesin pesawat apabila memasuki jalur penerbangan.
Pembatalan rute Surabaya-Sampit pada NAM Air tidak bisa dilepaskan dari sistem rotasi pesawat yang dijalankan maskapai. Pesawat yang seharusnya melayani rute tersebut merupakan bagian dari rangkaian perjalanan panjang yang dimulai dari Jakarta menuju Pangkalan Bun, berlanjut ke Surabaya, dan berakhir di Sampit.
“Untuk Nam Air tersebut turut dibatalkan karena menggunakan pesawat yang sama rute Jakarta-Pangkalan Bun-Surabaya-Sampit. Tadi pagi rute Jakarta-Pangkalan Bun sudah batal sehingga rangkaian penerbangan selanjutnya turut terdampak,” ujarnya.
Artinya, gangguan pada penerbangan awal secara otomatis melumpuhkan perjalanan pesawat pada rute berikutnya. Pola ini membuat dampak erupsi terasa lebih luas dari sekadar dua rute yang dibatalkan.
Pembatalan mendadak ini berpotensi mengganggu agenda perjalanan warga, pelaku usaha, hingga kebutuhan mobilitas lain yang sudah disusun berdasarkan jadwal Minggu. Pihak bandara mengimbau calon penumpang yang terdampak untuk segera berkoordinasi dengan maskapai masing-masing.
Penanganan tiket, termasuk kemungkinan pengaturan ulang jadwal penerbangan, sepenuhnya menjadi kewenangan maskapai sesuai kondisi operasional yang berlangsung. Bandara tidak dapat memproses langsung permintaan pengembalian dana atau resedulding.
Hingga Minggu sore, belum ada kepastian mengenai operasional penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit untuk Senin (7/9). Pihak bandara masih menunggu perkembangan kondisi ruang udara dari Jakarta.
“Untuk penerbangan besok, kami masih menunggu informasi dari Jakarta,” demikian Alfiansyah.
Kondisi ini membuat jadwal penerbangan menuju dan dari Sampit sangat bergantung pada perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Jika sebaran abu vulkanik masih melintasi jalur penerbangan, potensi pembatalan susulan tetap terbuka.