Karhutla Kalteng: Kadishut Agustan Saining Ingatkan Bahaya Api di Lahan Gambut, Pencegahan Harus Dimulai dari Masyarakat

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:19:02 WIB
Kepala Dinas Kehutanan Kalteng mengingatkan api di lahan gambut dapat bertahan lama meski permukaan telah padam.

PALANGKA RAYA — Bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tidak berhenti ketika api di permukaan sudah padam. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, H. Agustan Saining, mengingatkan bahwa api dapat bertahan lama di dalam lapisan gambut, sehingga potensi kebakaran meluas kembali tetap mengintai.

Menurutnya, penanganan karhutla menuntut keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat, perusahaan, hingga masyarakat. Kunjungan Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan ke Kalteng disebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan melihat langsung kondisi di lapangan.

“Penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Semua unsur harus bergerak sesuai kewenangan dan perannya masing-masing,” ujar Agustan dalam keterangannya, baru-baru ini.

Api di Gambut Bisa Bertahan Lama

Kondisi geografis Kalteng yang didominasi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman. Api yang sudah tidak terlihat di permukaan belum tentu benar-benar padam karena masih dapat bertahan di dalam lapisan gambut.

Karena itu, pembasahan lahan, pemantauan titik rawan, kesiapan personel dan peralatan, serta ketersediaan sumber air menjadi bagian penting yang tidak bisa diabaikan. “Jangan sampai kita baru bergerak setelah api membesar. Pencegahan harus dilakukan sejak awal,” tegasnya.

Pembakaran Lahan oleh Masyarakat Masih Jadi Potensi Karhutla

Agustan menyoroti kebiasaan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar yang masih sering terjadi di tingkat masyarakat. Hal ini dinilai menjadi salah satu potensi pemicu karhutla yang perlu diantisipasi melalui edukasi dan pengawasan yang lebih ketat.

Selain masyarakat, perusahaan pemegang konsesi juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah kerjanya masing-masing. Respons cepat ketika ditemukan titik api sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas ke area yang lebih besar.

“Lebih baik kita mencegah sejak dini daripada menangani ketika api sudah meluas,” pungkasnya.

Koordinasi Terus Diperkuat

Dinas Kehutanan Kalteng bersama unsur terkait terus memperkuat koordinasi untuk memastikan upaya pencegahan maupun pemadaman berjalan lebih cepat. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan karena kondisi cuaca dan lahan yang terus berubah dapat membuat titik yang sebelumnya aman kembali berpotensi terbakar.

Agustan menegaskan, karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api. Dampaknya berkaitan dengan kelestarian hutan, ekosistem, satwa, hingga aktivitas dan kesehatan masyarakat, sehingga kewaspadaan semua pihak mutlak diperlukan. (da/dot)

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: zonakota.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top