Pemprov Kalteng Gelar Sidang Dewan SDA 2026, Gubernur Tekankan Pengelolaan Air Hadapi Cuaca Ekstrem dan Kemarau Panjang

Penulis: Puguh Triyono  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:29:58 WIB
Asisten II Setda Kalteng, Anang Dirjo, membacakan sambutan Gubernur pada Sidang Dewan Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Kalteng Tahun Anggaran 2026 di Palangka Raya, Rabu (19/8).

PALANGKA RAYAPemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi menggelar Sidang Dewan Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Kalteng Tahun Anggaran 2026, Rabu (19/8). Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan kebijakan pengelolaan air yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang diwakili oleh Asisten II Setda Kalteng, Anang Dirjo, menyoroti sejumlah tantangan nyata yang dihadapi daerah. Cuaca ekstrem, kemarau panjang, alih fungsi lahan, dan melonjaknya kebutuhan air masyarakat menjadi perhatian utama yang harus segera diantisipasi.

Mengapa Pengelolaan Air di Kalteng Butuh Perhatian Khusus?

Anang menegaskan bahwa sumber daya air memiliki karakter yang dinamis dan selalu berkaitan dengan berbagai sektor. Karena itu, pengelolaannya tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus terpadu dan melibatkan banyak pihak.

"Sumber daya air memiliki karakter yang dinamis dan selalu berkaitan dengan berbagai sektor. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara terpadu agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkap Anang saat membacakan sambutan Gubernur.

Tiga Prinsip Utama Pengelolaan SDA di Kalteng

Pemprov Kalteng mengarahkan pengelolaan sumber daya air pada tiga prinsip utama. Prinsip tersebut adalah konservasi, pendayagunaan bijak, serta pengendalian daya rusak.

  • Konservasi diarahkan untuk menjaga keberlangsungan dan kelestarian fungsi sumber air.
  • Pendayagunaan bijak dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan air secara efisien dan adil.
  • Pengendalian daya rusak ditujukan untuk mengantisipasi potensi bencana akibat air, seperti banjir maupun kekeringan.

Mendorong Ketahanan Air dan Pangan Berkelanjutan

Dalam sidang tersebut, Pemprov Kalteng menggarisbawahi pentingnya penguatan ketahanan air dan ketahanan pangan secara berkelanjutan. Dewan SDA diharapkan mampu menjadi wadah koordinasi yang responsif dan konstruktif dalam merumuskan kebijakan daerah.

Anang juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif membangun ruang diskusi yang terbuka, objektif, dan berorientasi pada solusi nyata. Kolaborasi lintas sektor yang terarah dinilai kunci untuk memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung perekonomian daerah.

"Dengan kolaborasi lintas sektor yang terarah dan terukur, kita dapat memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung perekonomian dan pembangunan secara berkelanjutan menuju Kalimantan Tengah yang semakin berkah, maju, dan sejahtera," pungkasnya.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: kaltengekspres.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top