KALIMANTAN TENGAH — Danantara Housing Expo 2026 hadir sebagai respons atas kesulitan calon pembeli dalam menyelaraskan pilihan properti dengan kemampuan finansial. Sebab, rumah dengan lokasi dan harga yang cocok belum tentu memiliki skema kredit pemilikan rumah (KPR) yang sesuai kondisi keuangan masing-masing individu.
Pameran yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk 2 ini menghadirkan 15 ribu unit hunian yang tersebar di 96 lokasi pada 17 provinsi. Bank-bank pelat merah yang tergabung dalam Himbara turut memeriahkan ajang ini dengan menawarkan beragam alternatif pembiayaan.
Keputusan membeli rumah pertama tidak bisa dilakukan secara impulsif. Ada tujuh hal yang perlu dipersiapkan calon pembeli, mulai dari memilih hunian berdasarkan kebutuhan jangka panjang hingga memahami struktur bunga KPR.
Rumah pertama tidak harus besar atau berada di kawasan populer. Prioritas utama adalah menyesuaikan pilihan dengan penghasilan dan rencana hidup beberapa tahun ke depan. Harga murah juga belum tentu lebih hemat jika lokasi rumah terlalu jauh dari tempat kerja, karena ongkos transportasi dan waktu perjalanan bisa membengkak.
Dana pembelian rumah sebaiknya dipisahkan dari rekening harian untuk mengurangi risiko terpakai untuk konsumsi lain. Transfer otomatis setiap menerima penghasilan bisa menjadi cara efektif, dengan bonus dan tunjangan dialokasikan untuk mempercepat target.
Uang muka bukan satu-satunya biaya yang harus disiapkan. Calon pembeli perlu memperhitungkan biaya pemesanan, administrasi bank, penilaian properti, notaris, pajak, asuransi, hingga biaya pindahan dan pembelian perabot dasar. Meminta rincian biaya kepada pengembang dan bank sebelum membayar tanda jadi adalah langkah wajib agar tidak terjadi kekurangan dana di tengah transaksi.
Bank akan menilai kemampuan calon debitur melalui riwayat kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan. Beban cicilan konsumtif yang tinggi bisa menggagalkan pengajuan, sehingga calon pembeli disarankan mengurangi utang baru dan membayar tagihan tepat waktu menjelang pengajuan.
Tabungan juga tidak boleh habis untuk uang muka. Dana darurat tetap diperlukan untuk menghadapi biaya kesehatan, kerusakan kendaraan, atau kehilangan pekerjaan. Tanpa dana darurat, pengeluaran tak terduga berisiko mengganggu pembayaran cicilan rumah.
Bunga promosi rendah belum tentu menggambarkan seluruh biaya KPR. Calon debitur perlu mencari tahu jangka waktu berlakunya bunga awal, perubahan cicilan setelah masa promosi berakhir, serta apakah bank menerapkan bunga tetap (fixed) atau mengambang (floating).
Cicilan bulanan yang rendah bisa berasal dari tenor panjang. Skema ini meringankan pembayaran bulanan, tetapi berpotensi membuat total pembayaran hingga lunas menjadi lebih besar. Perbandingan menyeluruh antara besaran uang muka, pola bunga, tenor, biaya tambahan, dan total cicilan perlu dilakukan sebelum menandatangani perjanjian.
Danantara Housing Expo 2026 menjadi kesempatan untuk membandingkan semua opsi tersebut dalam satu tempat. Namun, keputusan akhir tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan masing-masing calon pembeli.