Manggala Agni Bor Sumur 24 Meter di Sampit Atasi Krisis Air Padamkan Karhutla Lahan Gambut

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 21:54:01 WIB
Petugas Manggala Agni mengebor sumur sedalam 24 meter di Jalan Tjilik Riwut, Sampit, untuk mengatasi krisis air dalam pemadaman karhutla lahan gambut.

SAMPIT — Krisis air menjadi biang keladi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Untuk memutus rantai masalah itu, Manggala Agni memilih jalan keluar dengan membuat sumur bor manual di titik strategis yang selama ini sulit dijangkau pasokan air.

Sumur tersebut dibangun di Jalan Tjilik Riwut, tepatnya dekat pintu masuk Sagonta Kota, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang. Pengeboran sedalam 24 meter itu dinilai menjadi investasi penting agar api di lahan gambut bisa dipadamkan tuntas hingga ke lapisan bawah tanah.

Komandan Daops Pangkalan Bun Seksi Wilayah III Kalsel-Teng, Binsar Oktavianus Togatorop, mengungkapkan pembuatan sumur ini merupakan respons atas kesulitan petugas di lapangan. Menurutnya, keterbatasan akses air selama ini menjadi hambatan terbesar dalam proses pemadaman.

“Ini karena wilayah ini kesulitan akses air untuk pemadaman karhutla. Ini juga yang mengakibatkan pemadaman api di lahan gambut sering tak tuntas,” ujarnya, Jumat (14/8/2926).

Baamang Jadi Prioritas karena Dekat Bandara dan Jalur Trans Kalimantan

Binsar menjelaskan, Kecamatan Baamang sengaja dijadikan prioritas utama dalam penanganan karhutla. Letaknya yang berada di jalur strategis menuju Trans Kalimantan dan Bandara H Asan Sampit membuat kawasan ini mendapat perhatian ekstra.

“Karena atensinya di wilayah Baamang dulu karena akses jalan Trans Kalimantan dan bandara, jadi ini yang prioritas dulu,” katanya.

Api di Lahan Gambut Butuh Pasokan Air Lebih Banyak

Keberadaan sumur bor ini menjadi krusial mengingat karakteristik kebakaran di lahan gambut yang berbeda dengan kebakaran biasa. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi dapat menjalar di bawah tanah sehingga proses pemadaman membutuhkan pasokan air lebih banyak untuk pendinginan.

Saat ini Manggala Agni masih terus memantau debit air dari sumur bor tersebut. Jika hasilnya dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional di lapangan, sumur ini akan menjadi alternatif sumber air andalan bagi petugas pemadam kebakaran dan BPBD.

“Harapannya petugas pemadam kebakaran dan BPBD bisa mengakses air tanpa harus mencari titik pengisian,” ungkap Binsar.

Dengan adanya sumur bor ini, petugas tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mencari sumber air saat api mulai membesar. Waktu yang sebelumnya terbuang untuk mobilisasi air kini bisa dialihkan untuk proses pemadaman yang lebih efektif di titik-titik rawan kebakaran.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: tintaborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top