PALANGKA RAYA — O2SN tingkat provinsi yang digelar di Palangka Raya pada Jumat malam, 17 Juli 2026, mempertandingkan tujuh cabang olahraga utama: renang, atletik, panjat tebing, bulu tangkis, pencak silat, senam, dan catur. Namun, yang menjadi ciri khas ajang tahun ini adalah kehadiran balogo dan manyipet (sumpitan) sebagai cabang ekshibisi.
Menurut Muhammad Reza Prabowo, memasukkan balogo dan manyipet ke dalam O2SN bukan sekadar pelengkap acara. “Supaya anak-anak kita bukan cuma kuat, bukan cuma pintar, tapi mereka juga ingat dan merawat kebudayaan yang kita miliki saat ini,” ujarnya di Sylva Mini Soccer, Palangka Raya.
Balogo merupakan permainan tradisional khas Dayak yang menggunakan bilah kayu dan alat pemukul, sementara manyipet adalah olahraga sumpitan yang menguji ketepatan dan konsentrasi. Keduanya dipilih karena dinilai mampu merepresentasikan warisan budaya Kalteng yang mulai jarang dimainkan anak muda.
Reza juga memberikan pesan khusus kepada para atlet yang berhasil menjadi juara di tingkat provinsi. Ia mengingatkan bahwa prestasi ini baru langkah awal sebelum bersaing di level nasional yang lebih ketat. “Tapi memang kita perlu tambahan waktu untuk mereka supaya bisa terus meningkatkan kualitas dari apa yang mereka lakukan dan jangan puas dengan apa yang didapat,” katanya.
Ia berpesan agar para atlet terus berlatih, belajar, dan beribadah. “Adik-adik yang menang hari ini jangan lengah, terus berusaha, sibukkan diri dengan berlatih, sibukkan diri dengan belajar, dan sibukkan diri dengan beribadah,” ujarnya.
Muhammad Reza Prabowo memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan memberikan dukungan kepada atlet yang lolos ke tingkat nasional. “Tentu kita memfasilitasi, tetapi disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang kita miliki. Yang terpenting pemerintah provinsi hadir di tengah-tengah anak-anak didik kita yang akan bertarung di level nasional,” pungkasnya.