PALANGKA RAYA — Thea Farina menilai Universitas Palangka Raya memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi institusi yang lebih maju dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun Indonesia. Menurutnya, transformasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan di tengah perubahan cepat dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan tuntutan tata kelola yang lebih baik.
Thea memperkenalkan "TEA BISA" sebagai kerangka transformasi yang berfokus pada empat pilar utama. Pertama, penguatan daya saing akademik. Kedua, pengembangan insan dan budaya kampus yang inklusif. Ketiga, modernisasi tata kelola universitas. Keempat, peningkatan dampak nyata kegiatan kampus bagi masyarakat luas.
"Keunggulan universitas dimulai dari manusianya. Karena itu, kita harus membangun lingkungan kampus yang inklusif, aman, sehat, produktif, serta bebas dari perundungan, intoleransi dan kekerasan seksual," ujar Thea di hadapan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPR.
Untuk mengeksekusi visi tersebut, Thea juga meluncurkan tujuh misi strategis yang disebut "BAHALAP". Misi ini dirancang sebagai pedoman pelaksanaan transformasi UPR selama empat tahun ke depan.
Ketujuh misi tersebut mencakup penguatan jejaring strategis, peningkatan mutu pendidikan yang adaptif, tata kelola modern, kolaborasi akademik yang berdampak, pengembangan riset berbasis kearifan lokal, inovasi akademik, serta pembangunan universitas yang progresif dan berkelanjutan.
Dalam sosialisasi tersebut, Thea menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari peringkat dan akreditasi. Lebih dari itu, manfaat yang mampu dirasakan oleh civitas akademika dan masyarakat luas menjadi indikator utama.
"Jika 'TEA BISA' adalah arah transformasi yang ingin dicapai, maka 'BAHALAP' menjadi motor penggeraknya agar Universitas Palangka Raya mampu menjadi perguruan tinggi yang unggul, inklusif, kolaboratif dan memberikan dampak nyata," demikian Thea.
Thea menekankan bahwa kondisi saat ini harus dijadikan momentum bagi UPR untuk memperkuat daya saing. Perguruan tinggi, menurutnya, harus meningkatkan peran dalam mendukung pembangunan berbasis pendidikan, riset, dan inovasi.
Visi yang ia tawarkan adalah mewujudkan UPR sebagai perguruan tinggi unggul, inklusif, kolaboratif, dan berdampak—semuanya berbasis kearifan lokal, sains, serta teknologi. Sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian tahapan pemilihan rektor UPR yang akan berlangsung dalam waktu dekat.