Jembatan Patah Kotim Sering Rusak, Dinas Sebut Banyak Sopir Truk Salah Paham Soal Batas Tonase 8 Ton

Penulis: Puguh Triyono  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 15:49:31 WIB
Truk bertonase lebih dari 20 ton kerap melintas di Jembatan Patah yang kapasitasnya hanya delapan ton.

SAMPIT — Kapasitas maksimal Jembatan Patah hanya delapan ton untuk berat total kendaraan beserta muatannya. Namun, di lapangan, petugas menemukan truk dengan bobot lebih dari 20 ton tetap melintas di atas jembatan tersebut.

Plt Kepala UPTD Jalan, Jembatan dan Drainase Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Suhardiono, menjelaskan kesalahan interpretasi batas tonase menjadi penyebab utama kerusakan yang terus berulang.

"Banyak yang mengira delapan ton itu hanya muatannya saja. Padahal yang dimaksud adalah berat keseluruhan kendaraan dan muatan. Misalnya berat truk empat ton, berarti muatan maksimalnya hanya sekitar empat ton sehingga totalnya delapan ton," kata Suhardiono, Kamis (18/6/2026).

Jalan Alternatif Tersedia, Truk Besar Tetap Paksa Melintas

Suhardiono mengaku heran dengan kebiasaan sopir truk bertonase besar yang tetap memaksakan diri melintasi Jembatan Patah. Padahal, ia menegaskan ada jalur alternatif yang kondisinya lebih baik dan telah diaspal.

"Jalan Lingkar Selatan kondisinya bagus dan bisa digunakan kendaraan besar, jalan HM Arysad juga bisa," ujarnya.

Kondisi ini membuat beban jembatan kayu ulin tersebut terus menerus melebihi kapasitas, mempercepat kerusakan lantai jembatan yang sudah berusia tua.

Perbaikan Nol Anggaran, Material Stok Gudang Habis Terkuras

Pihak Dinas SDABMBKPRKP membantah anggapan bahwa kerusakan sengaja dibiarkan demi mencari anggaran perbaikan. Suhardiono menegaskan perbaikan rutin justru dilakukan tanpa anggaran khusus.

"Perbaikan rutin yang dilakukan selama ini nol anggaran. Material seperti kayu ulin, baut dan perlengkapan lainnya memanfaatkan stok yang tersedia untuk kegiatan pemeliharaan. Jadi tidak benar kalau ada anggapan perbaikan dilakukan untuk mencari anggaran," tegasnya.

Kendala muncul ketika stok material di gudang mulai menipis. Petugas bahkan harus mencari material pengganti agar perbaikan bisa segera dilakukan. Selain beban berlebih, plat besi lantai jembatan juga kerap hilang dicuri.

Rehabilitasi Total 90 Hari, Jembatan Permanen Masih Dikaji

Saat ini Pemkab Kotim tengah melakukan rehabilitasi total dengan membongkar seluruh lantai jembatan. Akses kendaraan ditutup sementara selama pekerjaan berlangsung yang ditargetkan rampung dalam 90 hari.

Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menjelaskan rehabilitasi dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sembari menunggu pembangunan jembatan permanen. Proyek jangka panjang itu masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS).

"Hasil kajian sementara menunjukkan penggantian lantai jembatan yang dilakukan saat ini diperkirakan masih mampu menopang kebutuhan masyarakat hingga pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan," kata Mentana.

Setelah FS rampung, pemerintah daerah masih harus menyelesaikan tahapan detail engineering design (DED) dan perencanaan teknis lainnya sebelum proyek pembangunan jembatan baru bisa dimulai.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: beritasampit.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top