KALIMANTAN TENGAH — Izin khusus dari Federal Roads Office (FEDRO) itu diberikan pada 12 Juni 2026 untuk layanan AmiGo, hasil kerja sama Apollo Go dengan PostBus, operator bus milik Swiss Post. Uji coba di jalan terbuka sudah dimulai sejak 1 Juni 2026, meski untuk saat ini setiap unit masih didampingi safety operator di dalam kabin.
Izin FEDRO bukanlah lampu hijau untuk operasi tanpa awak sepenuhnya. Menurut Baidu, persetujuan ini adalah kerangka kerja untuk peluncuran bertahap — bukan izin untuk kursi kosong melayani penumpang.
"Izin FEDRO memberikan kerangka kerja — dengan persyaratan yang jelas, tanggung jawab yang terdefinisi, dan tujuan belajar dari operasi untuk langkah selanjutnya," ujar Jürg Röthlisberger, Direktur FEDRO.
Tahap berikutnya adalah uji coba dengan kelompok pengguna tertutup. Baru setelah itu, perjalanan tanpa safety operator akan dimulai "begitu semua bukti keamanan terpenuhi sepenuhnya." Operasi reguler yang bisa dipesan lewat aplikasi AmiGo ditargetkan mulai 2027.
AmiGo menggunakan kendaraan RT6, robotaxi buatan Baidu yang pertama kali diperkenalkan pada 2022. RT6 adalah kendaraan listrik murni berkapasitas tiga penumpang, dilengkapi lebih dari 30 sensor untuk persepsi lingkungan dan pemrosesan data di dalam kendaraan.
Satu fitur khas: setirnya bisa dilepas. Rencananya, setir akan dicopot begitu layanan beroperasi penuh tanpa pengemudi. Cerita hardware yang sama sudah didengungkan Baidu sejak bertahun-tahun lalu, dan kini mulai diarahkan ke pasar Eropa.
Baidu tidak datang dengan tangan kosong. Perusahaan mengklaim Apollo Go telah melayani jutaan perjalanan tanpa pengemudi penuh pada kuartal I 2026, dengan puncak 350.000 perjalanan per pekan di Maret 2026 — naik 120% year-on-year. Hingga April 2026, total perjalanan publik menembus 22 juta di 27 kota, dengan jarak tempuh otonom lebih dari 330 juta kilometer, termasuk 220 juta kilometer tanpa pengemudi.
Rekam jejak operasional inilah yang membuka pintu regulator Swiss. Sementara Tesla masih bergulat dengan FSD (Supervised) level 2 di Eropa, Baidu sudah membawa bukti nyata ke meja negosiasi.
Alih-alih berebut izin taksi online kota per kota, Baidu memilih jalur berbeda: menyatu dengan operator transportasi umum nasional. AmiGo diposisikan sebagai pelengkap layanan PostBus yang sudah ada, terutama di area yang sulit dijangkau layanan konvensional.
"Dengan AmiGo, kami membuat mobilitas otonom dalam transportasi umum menjadi nyata," kata Stefan Regli, CEO PostBus. Nan Yang, VP Baidu dan GM unit pengemudi cerdas luar negeri, menyebut izin ini sebagai "validasi kuat atas teknologi kami."
Cara ini lebih cepat karena PostBus membawa kepercayaan regulator, infrastruktur depo, dan mandat layanan publik. Waymo, yang baru mengumumkan ekspansi ke London dan Tokyo dengan pendanaan US$16 miliar, tetap harus berhadapan langsung dengan aturan taksi lokal di setiap kota.
Meski terdengar maju, ada catatan penting. Safety operator masih duduk di belakang setir. Setirnya sendiri belum dilepas. Dan frasa "operasi reguler mulai 2027" adalah jenis timeline yang kerap molor di dunia otonom. Uji coba kelompok tertutup dan syarat "begitu semua bukti keamanan terpenuhi" menandakan bagian tersulit — menghilangkan manusia dari kabin — masih menunggu.