KALIMANTAN TENGAH — Ledakan terjadi saat dua pekerja berinisial H dan R tengah menggali saluran pipa air bersih menggunakan alat breaker. Kapolsek Cilandak Kompol Gusprihatin Zen mengungkapkan, alat tersebut diduga mengenai kabel PLN bertegangan tinggi yang berada di lokasi galian.
"Ternyata di situ ada kabel PLN. Kenalah sama breaker itu. Kabel tegangan tinggi, meledak di situ," ujar Zen kepada wartawan, Senin (8/6).
Akibat ledakan, kedua pekerja dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan perawatan intensif. Zen menjelaskan, luka yang diderita cukup serius dan terkonsentrasi di area wajah.
"Luka bakar pada bagian muka, cukup serius," jelasnya.
Hingga saat ini, kondisi kedua korban masih dalam pemantauan tim medis. Belum ada keterangan resmi mengenai perkembangan lebih lanjut dari pihak rumah sakit.
Polsek Cilandak langsung bergerak dengan memeriksa tiga orang pimpinan proyek yang bertanggung jawab atas pekerjaan galian tersebut. Ketiganya merupakan atasan langsung dari para pekerja yang menjadi korban.
"Tiga orang sudah dimintai keterangan sebagai saksi," kata Zen saat dihubungi.
Zen menambahkan, ketiga saksi berasal dari perusahaan yang sama dengan para pekerja. Meski demikian, ia belum dapat merinci hasil pemeriksaan karena proses masih berlangsung.
"Tiga orang dari perusahaan itulah. Yang kerja di sana, tiga orang dimintai keterangan sebagai saksi. Kurang lebih gitu," tuturnya.
Peristiwa bermula ketika dua pekerja melakukan penggalian untuk saluran pipa PDAM di Jalan Fatmawati Raya, Cilandak. Dalam prosesnya, mereka tidak mengetahui adanya instalasi kabel tegangan tinggi PLN yang berada tepat di titik galian.
Ledakan keras terjadi begitu alat breaker menyentuh kabel tersebut. Insiden ini kembali menyoroti lemahnya koordinasi antar instansi dalam proyek galian di Jakarta, terutama terkait peta utilitas bawah tanah yang kerap tidak akurat atau tidak disosialisasikan kepada pekerja lapangan.
Polisi masih mendalami apakah ada unsur kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Pemeriksaan terhadap tiga pimpinan proyek diharapkan dapat mengungkap alur koordinasi dan izin galian yang diterbitkan sebelum pekerjaan dimulai.